Spacewalk

From Spacewalk Wiki
Jump to navigation Jump to search

Di tengah dekade terakhir abad ke-33, Bumi berada di ambang kehancuran. Eksploitasi sumber daya yang tidak terkendali, perubahan iklim yang ekstrim yang melampaui prediksi terburuknya, dan serangkaian bencana alam yang dahsyat telah mengubah planet biru menjadi kuburan. Langit yang dulunya biru dan cerah, kini lebih sering tertutup kabut dan debu sisa bencana. Ketika harapan untuk memulihkan Bumi telah pudar, sebuah ide muncul dari para ilmuan terutama, seorang profesor yang bernama Albert West dengan gagasannya yaitu meninggalkan Bumi, dan mencari rumah baru di luar angkasa. Gagasan ini kemudian diwujudkan dalam aktivitas project ambisius yang diberi nama Spacewalk.

Inti dari project Spacewalk adalah pembangunan kapal luar angkasa kolosal yang bernama Neuron, bukan sekedar kapal antariksa biasa, dirancang untuk menampung puluhan juta jiwa. Sumber daya terakhir di Bumi dikerahkan untuk terciptanya kapal Neuron. Metal-metal langka yang tersisa ditambang dari bagian dalam bumi dengan teknologi yang mungkin sudah cukup maju, para insinyur bekerja dengan antusias dari siang hingga malam. Pembuatan kapal Neuron menjadi harapan terakhir. Setiap bagian kapal dirakit dengan presisi yang tinggi, mulai dari dek, pemukiman warga, dan jangan lupa sistem pendukung kehidupan canggih, seperti penghasil oksigen, pertanian, rumah sakit, laboratorium, sungai, danau, serta laut buatan, hingga mesin pendorong ionik revolusioner yang dirancang untuk menembus kegelapan antarbintang.

Proses seleksi penumpang Neuron menjadi babak tersendiri, penuh dengan drama, dilema dan juga air mata. Dengan kapasitas terbatas, hanya sebagian kecil populasi yang dapat diselamatkan. Para ilmuan, insinyur, dokter, petani, dan individu-individu dengan keahlian krusial dipilih dengan harapan dapat memangun peradaban baru di masa depan. Akhirnya, setelah bertahun-tahun kerja keras dan pengorbanan, kapal luar angkasa kolosal Neuron siap untuk peluncuran. Di hari keberangkatan, jutaan pasang mata yang tersisa di Bumi menyaksikan kapal raksasa itu naik ke angkasa, membawa harapan dan juga duka. Perjalanan ini bukan hanya sekedar perpindahan fisik, namun juga sebuah perjalanan psikologis, meninggalkan masa lalu yang kelam menuju masa depan yang belum tentu pasti.

Neuron membawa serta pengetahuan, budaya, dan kenangan akan Bumi yang hilang. Namun di dalam lambung kapalnya juga dapat berpotensi konflik, hierarki baru, dan juga tantangan. Project Spacewalk adalah babak awal dari petualangan yang membawa umat manusia di antara bintang-bintang. Perjuangan untuk bertahan hidup, menemukan rumah baru, juga untuk menuliskan kembali kisah peradaban di kosmos yang luas.